Keuskupan Agung Pontianak Paroki Stella Maris Siantan

Sejarah

Foto: Gedung gereja awal berdiri ( Sumber foto: Rickyandreas and partner )

Secara historis, komunitas Katolik di wilayah Siantan telah ada sejak tahun 1940-an dan mayoritas berasal dari komunitas Tionghoa yang menetap di kawasan tersebut. Komunitas gereja awal ini mulai terorganisasi pada dekade 1950-an ketika wilayah tersebut dikenal sebagai Stasi Bintang Timur, yang kemudian berubah nama menjadi Stasi Bintang Laut. Stasi ini berada dalam wilayah pastoral Paroki Katedral Santo Yosef Pontianak dan telah dilayani oleh seorang pastor secara khusus, yaitu R.P. Modestus, O.F.M. Cap., yang dikenal dekat dengan umat.

Adapun pembangunan gereja perdana dimulai pada tahun 1955 melalui swadaya murni umat dan rampung pada tahun 1960. Tanah tempat berdirinya gereja diperoleh dari sumbangan keluarga Katolik keturunan Tionghoa, yaitu Andreas Liaw Tjin, yang merupakan seorang pengusaha kayu.

Penetapan hari berdirinya Paroki Stella Maris Siantan didasarkan pada catatan baptisan pertama yang terjadi pada 19 Februari 1967, yang dilakukan oleh R.P. Adelhelm Gerard Leer, O.F.M. Cap. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari ulang tahun Paroki Stella Maris Siantan dan diperingati setiap tahun oleh umat setempat.

Sejak berdirinya hingga tahun 1998, pelayanan pastoral di Paroki Stella Maris Siantan dijalankan oleh para imam dari Ordo Saudara Dina Kapusin (OFM. Cap.), hingga pada 14 Januari 1998, tanggung jawab pelayanan pastoral paroki ini diserahkan kepada para imam Kongregasi Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC). Adapun Pastor Johanis Mengko, MSC bertugas sebagai imam MSC pertama di Siantan.

Seiring perkembangan jumlah umat dan kebutuhan pastoral, Paroki Stella Maris Siantan terus berkembang secara kelembagaan, sosial, dan ekonomi. Upaya menuju kemandirian paroki diwujudkan antara lain melalui pendirian Credit Union Stella Maris pada 12 Februari 1995 dan pembentukan Dana Kemandirian Paroki sejak tahun 2003.
Foto: Gedung gereja terkini.

Pembangunan gedung gereja

Tonggak perkembangan fisik paroki ditandai dengan penancapan tiang pertama Gereja Stella Maris Siantan. Penancapan tiang pertama berlangsung pada tanggal 16 Februari 2014 yang dihadiri oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Hieronymus Herculanus Bumbun, O.F.M. Cap. bersama dengan Gubernur Kalimantan Barat Cornelis. Adapun selama proses pembangunan, Gua Maria Bunda Hati Kudus telah rampung dan diberkati pada 9 Januari 2021 oleh Uskup Agung Pontianak Agustinus Agus.

Setelah melalui proses pembangunan selama hampir 8 tahun, peresmian dan pemberkatan Gereja Stella Maris Siantan berlangsung pada 28 Mei 2022. Peresmian dan pemberkatan gereja tersebut dipimpin langsung oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus.  Rangkaian acara peresmian ditandai dengan pengguntingan pita, pembukaan pintu gereja, serta penandatanganan prasasti peresmian. Perayaan Misa peresmian juga dihadiri oleh Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, M.S.C. dan Uskup Agung Emeritus Palembang Mgr. Aloysius Sudarso, S.C.J. 
(wiki & dari berbagai sumber)